Langsung ke konten utama

Tutup Medsos !


Di China tidak ada kebebasan pers efeknya medsos seperti WA, Facebook, Youtube dan Google tidak diizinkan tayang di negeri tirai bambu itu.  

Informasi betul betul di kontrol dan diatur sehingga tercegah  adanya simpang siur berita atau pun kabar hoax. 

Beda dengan di Indonesia, hampir tak ada pembatasan informasi via internet.

Di Indonesia, budaya literasi (baca tulis) sangat rendah, budaya baca  terendah dari negara negara  yang ada di dunia, belum melek budaya baca, apalagi menulis. 

Kemudian  dengan kemajuan IT, masing masing orang mempunyai perangkat media /gadget, lalu jadilah setiap orang jurnalis abal abal tanpa memahami prinsip dasar dalam membuat berita / news.

Kondisi budaya yang masih kuat dalam tutur kata, dan kurang dalam budaya membaca rawan sekali terhadap gosip, isu, atau berita tanpa check dan rechek yang penting HEBOH.

Prinsip jurnalistik yang benar itu mengandung elemen 5W dan 1 H.

Kebijakan menutup media sosial sebagai penyebar berita itu ibaratnya menutup banjir bandang informasi sampah dengan karung goni berisi pasir.

Pendidikan kursus jurmalistik perlu digalakkan oleh pemerintah maupun oleh  lembaga swasta.

Dulu saya beruntung pernah ikut kursus jurnalistik yang dilakukan oleh Galamedia/Pikiran Rakyat di Banceuy.
Pemateri nya pa Enton Supriatna Sind, H. Budhiana Kartawijaya, dan Jahrudin Priyanto.  

Dari hal ini saya dapat merasakan sekali betapa hancurnya penyebaran berita via media sosial sekarang ini yang mengandung banyak berita atau kabar kabur,  kabar burung alias hoax secara sistematis, masif dan terstruktur.

Media cetak/koran dan majalah malahan ditinggalkan orang, dan setiap orang   sekarang ini dapat menjadi juru kabar berita(jurnalis)  tanpa dibekali ilmu jurnalistik.

Meskipun jengkel dan kewalahan dalam menangkal banjirnya kabar sampah, pemerintah tidak perlu lah menutup media sosial,. 

Tindakan yang perludilakukan adalah membentuk wadah atau komisi khusus penanggulangan virus hoax. 

Langkah lainnya, pemerintah melalui KEMINFO,  menyelenggarakan kursus jurnalistik untuk mencetak netizen netizen kompeten, demi melawan zombie medsos.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengkonfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring Server

A. Kompetensi Dasar Mengkonfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring Server 3.15.1 Menjelaskan konsep Sistem Kontrol dan Monitoring 3.15.2 Menentukan cara konfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring 4.15.1 Melakukan konfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring 4.15.2 Menguji hasil konfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring 4.15.3 Membuat laporan konfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring   B. Tujuan Pembelajaran Setelah kegiatan belajar ini siswa diharapkan : Siswa dapat menjelaskan konsep Sistem Kontrol dan Monitoring Siswa dapat menentukan cara konfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring Siswa dapat mengkonfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring Siswa dapat menguji hasil konfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring Siswa dapat membuat laporan konfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring C. Materi dan Kegiatan Pembelajaran Pengertian Sistem Kontrol Sistem kontrol (sistem kendali) telah memegang peranan yang sangat penting dalam perkembangan ilmu dan teknologi. Di samping sangat ...

Menerapkan Struktur Kontrol Percabangan Dalam Bahasa Pemrograman dan Membuat Kode Programnya

Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator KD pada KI pengetahuan Menjelaskan statement/perintah untuk kontrol percabangan Menerapkan statement/perintah untuk kontrol percabangan tidak bersyarat Menerapkan statement/perintah untuk kontrol percabangan sederhana Menerapkan statement/perintah untuk kontrol percabangan bertingkat Menerapkan statement/perintah untuk kontrol percabangan bersarang Indikator KD pada KI keterampilan Membuat aplikasi percabangan tidak bersyarat Membuat aplikasi percabangan sederhana Membuat aplikasi percabangan bertingkat Membuat aplikasi percabangan bersarang Tujuan Pembelajaran Dengan berdiskusi Siswa mampu Menjelaskan statement/perintah untuk kontrol percabangan. Dengan berdiskusi Siswa mampu menerapkan statement/perintah untuk kontrol percabangan tidak bersyarat, percabangan sederhana , percabangan bertingkat dan percabanngan bersyarat. Dengan praktek membuat aplikasi percabangan tidak bersyarat, percabangan sederhana, percabangan bertingkat dan percabangan b...

Fase Fase Capaian Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka SMK

Kurikulum ‘Merdeka’ membagi pendidikan   ke dalam beberapa fase  Berikut penjelasan singkat mengenai masing-masing fase: Fase A : Diperuntukkan bagi siswa kelas 1 dan 2 SD. Pada fase ini, fokusnya adalah pada pengembangan dasar-dasar literasi dan numerasi, serta pengenalan lingkungan sekitar. Fase B : Diperuntukkan bagi siswa kelas 3 dan 4 SD. Siswa mulai memperdalam literasi dan numerasi, serta mulai mengenal konsep-konsep dasar dalam berbagai mata pelajaran seperti sains dan sosial. Fase C : Diperuntukkan bagi siswa kelas 5 dan 6 SD. Pada fase ini, siswa mulai mempelajari materi yang lebih kompleks dan mendalam dalam berbagai mata pelajaran, serta mulai mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Fase D : Diperuntukkan bagi siswa kelas 7, 8, dan 9 SMP. Siswa mulai mempersiapkan diri untuk pendidikan menengah atas dengan mempelajari materi yang lebih spesifik dan mendalam dalam berbagai mata pelajaran, serta mengembangkan keterampilan akademik dan non-akademi...