Langsung ke konten utama

Humanoid dan Teknologi 5-G

Humanoid pertama bernama Sophia, berjenis kelamin “wanita”. Ia mempunyai kecerdasan buatan (Arificial Intelgent) dan terkoneksi dengan Search Engine Google .



Keterhubungan ini menyebabkan apapun pertanyaan yang diajukan mengenai segala data atau informasi, ia dengan mudah dapat menjawabnya secara cepat karena dibantu dengan kecepatan upload dan download data via algoritma Search Engine Google dan tekonologi 5-G.

Kecerdasan yang dimaksud adalah kemampuan mengambil keputusan dari berbagai kemungkinan yang ada atau dapat terjadi.

Untuk ilustrasi apa itu kecerdasan artificial, pernah mendengar bagaimana “Deep Blue” mesin IBM dapat mengalahkan juara Catur dunia Gerry Kasparov ? .

Secara matematis untuk melangkahkan bidak-bidak catur adalah merupakan serangkaian keputusan terbaik yang didasarkan aturan logika agar mencapai tujuan menduduki petak-petak musuh, dan membunuh Raja lawannya. Padahal kemungkian melangkah bidak catur itu probabilitasnya mencapai jutaan kemungkinan.

Suatu saat kelak, akan didapati Humanoid-humanoid yang terhubung dengan jaringan internet dan bekerja serta tunduk pada penciptanya, manusia. Mungkin juga suatu saat, dengan kecerdasan artificialnya ia akan memberontak kepada penciptanya.

Bayangkan suatu ketika akan tercipta Humanoid yang berjenis kelamin "Laki-laki" dan dalam chipnya dibuat karakter untuk membunuh penciptanya karena "merasa" dirinya dijajah olah penciptanya.

Bagi yang sudah pernah nonton film Terminator Judgement Day, atau The Matrix maka fiksi-sains tersebut sebentar lagi sepertinya akan menjadi kenyataan. Manusia melawan mesin.


Komentar

  1. The work of artificial intelligence is striking in its precise decision-making algorithm. The built-in functions make it easy to navigate the tasks

    BalasHapus

Posting Komentar

Nuhun sudah komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengkonfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring Server

A. Kompetensi Dasar Mengkonfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring Server 3.15.1 Menjelaskan konsep Sistem Kontrol dan Monitoring 3.15.2 Menentukan cara konfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring 4.15.1 Melakukan konfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring 4.15.2 Menguji hasil konfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring 4.15.3 Membuat laporan konfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring   B. Tujuan Pembelajaran Setelah kegiatan belajar ini siswa diharapkan : Siswa dapat menjelaskan konsep Sistem Kontrol dan Monitoring Siswa dapat menentukan cara konfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring Siswa dapat mengkonfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring Siswa dapat menguji hasil konfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring Siswa dapat membuat laporan konfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring C. Materi dan Kegiatan Pembelajaran Pengertian Sistem Kontrol Sistem kontrol (sistem kendali) telah memegang peranan yang sangat penting dalam perkembangan ilmu dan teknologi. Di samping sangat ...

Menerapkan Struktur Kontrol Percabangan Dalam Bahasa Pemrograman dan Membuat Kode Programnya

Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator KD pada KI pengetahuan Menjelaskan statement/perintah untuk kontrol percabangan Menerapkan statement/perintah untuk kontrol percabangan tidak bersyarat Menerapkan statement/perintah untuk kontrol percabangan sederhana Menerapkan statement/perintah untuk kontrol percabangan bertingkat Menerapkan statement/perintah untuk kontrol percabangan bersarang Indikator KD pada KI keterampilan Membuat aplikasi percabangan tidak bersyarat Membuat aplikasi percabangan sederhana Membuat aplikasi percabangan bertingkat Membuat aplikasi percabangan bersarang Tujuan Pembelajaran Dengan berdiskusi Siswa mampu Menjelaskan statement/perintah untuk kontrol percabangan. Dengan berdiskusi Siswa mampu menerapkan statement/perintah untuk kontrol percabangan tidak bersyarat, percabangan sederhana , percabangan bertingkat dan percabanngan bersyarat. Dengan praktek membuat aplikasi percabangan tidak bersyarat, percabangan sederhana, percabangan bertingkat dan percabangan b...

Menerapkan Penanganan Error Dalam Mendeteksi Kesalahan Program

Indikator Pencapaian Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran IPK Pengetahuan Menjelaskan konsep error handling (penanganan kesalahan) dalam pemrograman aplikasi berorientasi obyek. Menjelaskan prosedur error handling (penanganan kesalahan)dalam pemrograman aplikasi berorientasi obyek. Menganalisis penanganan kesalahan (error handling) dalam pemrograman aplikasi berorientasi obyek. Menerapkan error handling (penanganan kesalahan)dalam pemrograman aplikasi berorientasi obyek. Merancang program aplikasi berorientasi obyek dengan penerapan error handling (penanganan kesalahan). IPK Keterampilan Membuat kode program aplikasi berorientasi obyek yang menerapkan error handling (penanganan kesalahan). Menguji program aplikasi berorientasi obyek yang menerapkan error handling (penanganan kesalahan). Memperbaikipenanganan kesalahan(error handling) dalam program aplikasi berorientasi obyek. Memodifikasipenanganan kesalahan(error handling) dalam program aplikasi berorientasi obyek. TujuanPembelajaran Se...