Langsung ke konten utama

Algoritma E-Voting berdasar E-KTP

A. Prasyarat Perangkat keras yang diperlukan :

1. Jaringan yang terkoneksi secara aman
2. Media Input / Scanner / Card Reader
3. Server on line

B. Pra Pemilu

  1. Server Sisduk E-KTP membuat API
  2. Isi API berupa data No KTP, Nama Pemegang KTP, Alamat Rumah, Tgl_lahir, nomor Unik
  3. Server E-Voting membaca data berdasar teks dari API .
  4. Server E-Voting memilih data pemilih berdasar usia 17 tahun ke atas sebagai peserta pemilu .
  5. Server E-Voting mencetak kartu daftar pemilih yang di dalamnya ada ‘Barcode’ .
  6. Kartu ini dapat dicetak melalui kertas maupun melalui bentuk digital.
  7. Kartu peserta dikirim ke alamat Ybs.

C. Saat Pemilu.

Server E-Voting bekerja sama dengan perbankan yang telah mempunyai jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia.

E-Voting membuat sistem Interface untuk memilih Capres dan Caleg.
Interface E-Voting dititipkan di komputer /ATM perbankan.

Peserta pemilu memilih dengan patokan Barcode yang sudah ada, dapat datang ke Bank terdekat dimana pun ia berada.

Berdasar validasi Barcode yang dibaca oleh scanner, muncul menu pilihan untuk memilih calon.

Kelebihan Sistem E-Voting

1. Tak akan ada korban jiwa meninggal dunia akibat kelelahan

2. Perhitungan hasil pemilu paling lama cukup 1 hari saja

3. Hemat biaya sampai triliunan rupiah

4. Tak akan ada selebrasi kemenangan Pilpres yang begitu lama dan “menyakitkan yang kalah”

5. Tak akan ada tuduhan curang

Kekurangan Sistem E-Voting

1. Tak akan ada proyek bancakan seperti pada E-KTP
2. Tak akan ada Quick Count maupun Real Count

API *)

API itu istilah komunikasi data antar server.

Suatu server menyediakan  pintu akses ke servernya dengan teknik tertentu bagi siapapun yang memerlukan data tertentu.

Misalkan
Misalnya seseorang programmer membuat modul gojeg untuk menentukan jarak lokasi 2 titik,
GOOGLE MAP menyediakan API untuk program tsb.

Si programmer tidak perlu membuat program map seperti halnya program google map.
Cukup akses API yang disediakan google 

---oOo---

Komentar

  1. The specificity of electronic voting allows satisfying the key needs of the voters. It is also a very convenient and fastest way to count the votes

    BalasHapus

Posting Komentar

Nuhun sudah komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengkonfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring Server

A. Kompetensi Dasar Mengkonfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring Server 3.15.1 Menjelaskan konsep Sistem Kontrol dan Monitoring 3.15.2 Menentukan cara konfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring 4.15.1 Melakukan konfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring 4.15.2 Menguji hasil konfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring 4.15.3 Membuat laporan konfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring   B. Tujuan Pembelajaran Setelah kegiatan belajar ini siswa diharapkan : Siswa dapat menjelaskan konsep Sistem Kontrol dan Monitoring Siswa dapat menentukan cara konfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring Siswa dapat mengkonfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring Siswa dapat menguji hasil konfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring Siswa dapat membuat laporan konfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring C. Materi dan Kegiatan Pembelajaran Pengertian Sistem Kontrol Sistem kontrol (sistem kendali) telah memegang peranan yang sangat penting dalam perkembangan ilmu dan teknologi. Di samping sangat ...

Menerapkan Struktur Kontrol Percabangan Dalam Bahasa Pemrograman dan Membuat Kode Programnya

Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator KD pada KI pengetahuan Menjelaskan statement/perintah untuk kontrol percabangan Menerapkan statement/perintah untuk kontrol percabangan tidak bersyarat Menerapkan statement/perintah untuk kontrol percabangan sederhana Menerapkan statement/perintah untuk kontrol percabangan bertingkat Menerapkan statement/perintah untuk kontrol percabangan bersarang Indikator KD pada KI keterampilan Membuat aplikasi percabangan tidak bersyarat Membuat aplikasi percabangan sederhana Membuat aplikasi percabangan bertingkat Membuat aplikasi percabangan bersarang Tujuan Pembelajaran Dengan berdiskusi Siswa mampu Menjelaskan statement/perintah untuk kontrol percabangan. Dengan berdiskusi Siswa mampu menerapkan statement/perintah untuk kontrol percabangan tidak bersyarat, percabangan sederhana , percabangan bertingkat dan percabanngan bersyarat. Dengan praktek membuat aplikasi percabangan tidak bersyarat, percabangan sederhana, percabangan bertingkat dan percabangan b...

Menerapkan Penanganan Error Dalam Mendeteksi Kesalahan Program

Indikator Pencapaian Kompetensi dan Tujuan Pembelajaran IPK Pengetahuan Menjelaskan konsep error handling (penanganan kesalahan) dalam pemrograman aplikasi berorientasi obyek. Menjelaskan prosedur error handling (penanganan kesalahan)dalam pemrograman aplikasi berorientasi obyek. Menganalisis penanganan kesalahan (error handling) dalam pemrograman aplikasi berorientasi obyek. Menerapkan error handling (penanganan kesalahan)dalam pemrograman aplikasi berorientasi obyek. Merancang program aplikasi berorientasi obyek dengan penerapan error handling (penanganan kesalahan). IPK Keterampilan Membuat kode program aplikasi berorientasi obyek yang menerapkan error handling (penanganan kesalahan). Menguji program aplikasi berorientasi obyek yang menerapkan error handling (penanganan kesalahan). Memperbaikipenanganan kesalahan(error handling) dalam program aplikasi berorientasi obyek. Memodifikasipenanganan kesalahan(error handling) dalam program aplikasi berorientasi obyek. TujuanPembelajaran Se...