Langsung ke konten utama

Algoritma Konversi Bilangan Desimal ke Bilangan Binary dengan Program Pascal

Algoritma Konversi Bilangan Desimal ke bilangan Biner.

Bagaimana caranya membuat program konversi bilangan desimal ke bilangan biner ?:

Contoh :  Masukan angka : 100  maka outpunya seperti ini.

100:2=50 sisa=0
50:2=25 sisa=0
25:2=12 sisa=1
12:2=6 sisa=0
6:2=3 sisa=0
3:2=1 sisa=1
1:2=0 sisa=1

Logikanya sebagai berikut.

Input adalah : sembarang bilangan yang dimasukan melalui keyboard

Prosesnya adalah dengan looping atau perulangan dengan WHILE.. DO

Akhir dari perulangan adalah saat HASIL BAGI bilangan menjadi 0

Untuk itu DIPERLUKAN LOGIKA TUKAR TEMPAT melalui BANTUAN VARIABEL/TEMPORARY VARIABEL untuk menyimpan hasil bagi dan sisahasil bagi.

Untuk jelasnya perhatikan algoritma di bawah dan urutan langkahnya.

Program konbin

Deskripsi
bilangan, sisa, tmpsisa, hasil, tmphasil : integer

begin
write('masukan sembarang bilangan integer')
read(bilangan)
hasil = bilangan div 2
sisa = bilangan mod 2
tmphasil =hasil
tmpsisa=sisa

write( 'hasil bagi'); write(bilangan); write('dengan bilangan 2'); write('=');write(sisa)

while tmphasil <> 0 do
    hasil:=tmphasil;
    sisa:=tmpsisa;
     tmphasil := hasil div 2 ; tmpsisa:=  hasil mod 2;

      write('Hasil bagi '); write(hasil); write(' dengan 2 = '); write(tmphasil);
      write(' Sisa : ');writeln(tmpsisa);
end


=======================

Contoh hasil eksekusi :


Desimal 100 konversi ke Binary, menulisnya dibalik dari bawah ke atas, hasilnya yaitu : 1100100


Komentar

Posting Komentar

Nuhun sudah komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengkonfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring Server

A. Kompetensi Dasar Mengkonfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring Server 3.15.1 Menjelaskan konsep Sistem Kontrol dan Monitoring 3.15.2 Menentukan cara konfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring 4.15.1 Melakukan konfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring 4.15.2 Menguji hasil konfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring 4.15.3 Membuat laporan konfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring   B. Tujuan Pembelajaran Setelah kegiatan belajar ini siswa diharapkan : Siswa dapat menjelaskan konsep Sistem Kontrol dan Monitoring Siswa dapat menentukan cara konfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring Siswa dapat mengkonfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring Siswa dapat menguji hasil konfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring Siswa dapat membuat laporan konfigurasi Sistem Kontrol dan Monitoring C. Materi dan Kegiatan Pembelajaran Pengertian Sistem Kontrol Sistem kontrol (sistem kendali) telah memegang peranan yang sangat penting dalam perkembangan ilmu dan teknologi. Di samping sangat ...

Menerapkan Struktur Kontrol Percabangan Dalam Bahasa Pemrograman dan Membuat Kode Programnya

Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator KD pada KI pengetahuan Menjelaskan statement/perintah untuk kontrol percabangan Menerapkan statement/perintah untuk kontrol percabangan tidak bersyarat Menerapkan statement/perintah untuk kontrol percabangan sederhana Menerapkan statement/perintah untuk kontrol percabangan bertingkat Menerapkan statement/perintah untuk kontrol percabangan bersarang Indikator KD pada KI keterampilan Membuat aplikasi percabangan tidak bersyarat Membuat aplikasi percabangan sederhana Membuat aplikasi percabangan bertingkat Membuat aplikasi percabangan bersarang Tujuan Pembelajaran Dengan berdiskusi Siswa mampu Menjelaskan statement/perintah untuk kontrol percabangan. Dengan berdiskusi Siswa mampu menerapkan statement/perintah untuk kontrol percabangan tidak bersyarat, percabangan sederhana , percabangan bertingkat dan percabanngan bersyarat. Dengan praktek membuat aplikasi percabangan tidak bersyarat, percabangan sederhana, percabangan bertingkat dan percabangan b...

Fase Fase Capaian Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka SMK

Kurikulum ‘Merdeka’ membagi pendidikan   ke dalam beberapa fase  Berikut penjelasan singkat mengenai masing-masing fase: Fase A : Diperuntukkan bagi siswa kelas 1 dan 2 SD. Pada fase ini, fokusnya adalah pada pengembangan dasar-dasar literasi dan numerasi, serta pengenalan lingkungan sekitar. Fase B : Diperuntukkan bagi siswa kelas 3 dan 4 SD. Siswa mulai memperdalam literasi dan numerasi, serta mulai mengenal konsep-konsep dasar dalam berbagai mata pelajaran seperti sains dan sosial. Fase C : Diperuntukkan bagi siswa kelas 5 dan 6 SD. Pada fase ini, siswa mulai mempelajari materi yang lebih kompleks dan mendalam dalam berbagai mata pelajaran, serta mulai mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Fase D : Diperuntukkan bagi siswa kelas 7, 8, dan 9 SMP. Siswa mulai mempersiapkan diri untuk pendidikan menengah atas dengan mempelajari materi yang lebih spesifik dan mendalam dalam berbagai mata pelajaran, serta mengembangkan keterampilan akademik dan non-akademi...